Cuma kumpulan tulisan orisinil dari catatan facebook ku, bukan hasil 'copas'.

Minggu, 15 April 2012

Bolehkah berdoa pada Allah memohon agar seseorang menjadi jodoh kita?

Kemarin ngobrol-ngobrol dengan teman-teman guru disekolah dengan topik "jodoh". Menarik sekali, tapi karena sudah jam pulang akhirnya menyisakan pertanyaan yang belum dibahas, yaitu "Bolehkah berdoa pada Allah memohon seseorang agar menjadi jodoh kita?"

Hmm... Jawabnya tentu saja boleh. Hak kita pada Tuhan hanya meminta, dan memang Tuhan yang suruh. Tapi mari jawab dengan jujur mana diantara doa ini yang lebih mungkin disegerakan Tuhan?

Pertama,
"Ya Allah, jadikanlah si 'A' sebagai jodoh hamba. Hamba suka padanya jadikanlah ia suka padaku dan akhiri kami dalam pernikahan."

Kedua,
"Ya Allah... Berikanlah aku jodoh yang rupawan, yang mapan, yang setia dan menyayangiku agar ku bahagia dan terjamin dimasa depanku."

Ketiga,
"Ya Allah, isilah hatiku dengan kasih sayang, baikkanlah rejekiku, elokkanlah pekertiku agar aku bisa membahagiakan jiwa yang akan Kau jodohkan denganku"

Doa yang pertama atau kedua terkesan mendikte Tuhan dan berfokus pada kesenangan dirinya, tidak peduli pasangannya, egois lah pokoknya. Sementara doa ketiga berfokus pada kebahagiaan orang ini nanti. Doa orang yang berhati mulia seperti ini mungkinkah ditolak Tuhan??

Ingat, kunci bahagia adalah ketika kita memberi. Ketika kita lebih bermanfaat bagi sesama. Allah Maha Memberi dan akan mensegerakan pemberiannya kepada hamba yang bermental memberi, yang tujuan hidupnya membahagiakan orang lain.

Jodoh memang ditangan Tuhan. Tapi menurut kosep saya, di tangan Tuhan itu ada beberapa kandidat jodoh untuk kita, ada si A, si B, si C, masing-masing dengan kualitas yang berbeda, ada yang baik, moderat atau buruk. Ketika sudah tiba saatnya jodoh itu harus dipertemukan dengan kita, kira-kira kandidat mana yang diutus? Itu tergantung pada kualitas pribadi kita. Karena Tuhan punya hukum, wanita baik akan dipasangkan dengan pria baik sedangkan wanita keji untuk pria keji. Tuhan Maha Adil. Mudah-mudahan konsep ini lebih mudah diterima dibanding pemahaman bahwa Tuhan menyiapkan satu kandidat di tangannya. Bagaimana jika yang ditangan Tuhan adalah jiwa yang baik tapi anda adalah pribadi yang buruk! Tentu ini akan bertentangan dengan hukum Tuhan tentang masalah jodoh.

Jadi... Bukan jodoh yang kita pikirkan, tapi menjadi sepantas-sepantasnya pribadi bagi siapapun belahan jiwa yang baik yang disiapkan Tuhan.


Bagi yang belum menikah, ini nasehat ku...

Nasihat pernikahan itu lebih banyak diminta setelah pernikahan daripada sebelum pernikahan. Kita sulit dinasehati sebelum menikah, setelah menikah kebanyakan dari kita kehilangan kepercayaan, karena melihat kenyataan yang sesungguhnya dari pasangan kita.

Memang cinta itu dibuat seperti membutakan kita. Padahal cinta itu tidak buta. Cinta itu melumpuhkan logika.

Kalau kita tahu bahwa nasehat itu akan dibutuhkan setelah pernikahan. Pastikan anda belajar semua kebaikan hidup dalam pernikahan, sebelum anda jatuh cinta - ketika anda masih logis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar